Transformasi Sosial

budaya

“Revolusi kita memang sedari asal-mulanja Revolusi Kiri, Revolusi Rakyat, Revolusi Amanat Penderitaan Rakyat (APR)”.

Demikian tulis Soekarno, Presiden Indonesia pertama dalam ejaan bahasa Indonesia lama dalam buku Tritunggal Resopim (1961). Pola pikir kiri tersebut lalu dirumuskannya ke dalam sebuah ideologi yang diberi nama Pancasila

Dengan demikian, istilah sosialisme-komunisme sebenarnya tidak asing bagi negeri ini. Dan tidak aneh pula jika Presiden Abdurrahman Wahid membuka wacana komunisme ini dengan usulannya kepada MPR untuk mencabut Tab MPRS XXV/1966. Walaupun terlihat sia-sia karena pasti akan ditolak MPR, tetapi ideologi marxisme dapat menjadi sebuah kritikan terhadap kapitalisme purba yang kini sedang bergentayangan di Indonesia. Jika di Eropa dan negara-negara maju kapitalisme sudah dirancang sedemikian “lunak” sehingga kaum proletar memiliki posisi tawar yang tinggi, tapi tidak demikian halnya dengan Indonesia.

Untuk mengetahui apa itu marxisme, kita harus mengetahui dulu beberapa prinsip fundamental dari kapitalisme. Karena sosialisme-komunisme lahir sebagai reaksi atas kehadiran kapitalisme. Kapitalisme, seperti kata Dawam Rahardjo, memiliki beberapa ciri yang prinsipil yaitu pertama, perusahaan-perusahaan dapat dimiliki oleh perorangan atau keluarga. Kedua, kegiatan ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar dimana persaingan atau kompetisi bebas berlaku secara dominan. Dan ketiga, negara tidak melakukan intervensi dalam bentuk apapun terhadap pasar dan menjaga agar sistem pasar bekerja secara bebas.

Dalam kondisi demikianlah sosialisme lahir. Sosialisme sebagai ideologi alternatif mengemukakan pandangan yang sangat totaliter. Pasar menurutnya haruslah dikuasai sepenuhnya oleh negara agar tidak terjadi monopoli dan sebagai usaha mencapai masyarakat tanpa kelas. Walaupun sedikit kurang dapat diterima akal sehat karena tidak mengindahkan hak-hak individu, maka Hannah Arendt mengambarkannya dengan mengutip David Rousset pada permulaan bukunya Asal-Usul Totalitarisme: Normal men do not know that everything (totalitarisme) is possible.

Sosialismee sebagai tandingan sistem ekonomi pasar bebas dikembangkan lebih lanjut oleh Karl Marx menjadi komunisme yang berbentuk penguasaan total kepada seluruh komponen negara yang dipimpin sementara oleh seorang diktator proletar sampai terbentuknya masyarakat tanpa kelas. Dan jika itu sudah tercapai, diktator proletar tadi haruslah mundur seiring menghilangnya negara dengan segala intrumennya.

Doktrin ekonomi kapitalisme klasik tadi juga ditentang oleh seorang ekonom bernama Maynard Keynes. Ia mengatakan doktrin ortodoks agar pemerintah tidak campur tangan dalam pasar merupakan teori usang. Alasannya pemerintah justru harus campur tangan ke dalam pasar dengan bentuk membiayai proyek-proyek baru demi menyediakan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran.

Kapitalisme memang memiliki sisi dilematis. Masih menurut Keynes, jika semua orang bekerja, itu karena permintaan tenaga kerja terus meningkat. Jika permintaan terus meningkat, harga atau upah tenaga kerja juga akan meningkat. Di satu sisi itu dapat meningkatkan kesejahteraan kaum buruh, tapi di sisi lain, biaya perusahaan juga meningkat. Artinya inflasi akan membumbung tinggi.

Paham marxismee memiliki banyak dimensi pemikiran. Salah satunya adalah tentang struktur masyarakat. Masyarakat menurutnya akan mengalami perkembangan dari bentuk-bentuk yang sederhana ke bentuk-bentuk yang sangat kompleks. Ia menggambarkan masyarakat beranjak dari bentuk feodalistis yang melahirkan beberapa orang yang memiliki kapital besar untuk kemudian berubah menjadi sosialismee dan komunismee. Pada tahap kapitalismee ke sosialismee, perubahan tersebut akan terjadi dengan sendirinya karena kontradiksi-kontradiksi internal dalam permasalahan kapital.Untuk lebih mempertegas atau mempercepat perubahan dari masyarakat kapitalisme ke sosialismee, Marx menganjurkan revolusi seperti terdapat pada halaman pertama buku Fundamentalism of Marxism and Leninisme: Marx’s teaching is all powerful because it is true. Di bagian lain buku tersebut ia mengatakan, we must take things as they are, that is, up hold the revolutionary cause in a form that corressponds to the changed circumstances (Karl Marx, Briefe an Kugelmann, Berlin, 1927, S. 27-28).

Lain halnya kaum Kiri Baru dengan tokohnya Herbert Marcuse. Kiri Baru yang berkembang di tahun 1960-an, menganjurkan aksi-aksi yang sedikit “lunak” yaitu dengan cara demonstrasi-demonstrasi secara radikal sampai keinginan kaum buruh terpenuhi. Intinya Herbert Marcuse menginginkan jalan yang agak kompromistis. Namun demikian gerakan Kiri Baru ini kurang mendapat respon yang baik.

Perkiraan Marx tentang kejatuhan kapitalisme ternyata meleset. Hingga kini kapitalisme belumlah runtuh. Kapitalisme seperti kata para kapitalis, akan selalu mengkoreksi diri, termasuk koreksi dari sosialismee. Kesalahan prediksi Marx tentang keruntuhan Kapitalisme, direvisi oleh Bernstein dan kawan-kawan yang menolak argumentasi para kapitalis tadi. Ia mengatakan setelah masyarakat mencapai tahap kapitalisme, tahap selanjutnya bukanlah sosialisme tetapi imperialisme. Imperialisme merupakan tingkat tertinggi dari tahap kapitalisme. Karena bagaimana pun negara-negara kapitalis memerlukan sebuah subjek penderita yang dapat menopang eksistensi kapitalisme.

Teori Imperialismee ini didukung sepenuhnya oleh Rosa Luxemburg yang mengatakan tidak terjadinya revolusi sosial di masyarakat kapitalisme disebabkan karena objek eksploitasi dipindahkan ke negara-negara berkembang. Dengan begitu negara-negara kapitalis akan berebut pengaruh di negara-negara berkembang. Dan pada gilirannya persaingan antar negara-negara kapitalis tidak terelakkan lagi. Disinilah diprediksi akan terjadinya revolusi baik oleh negara-negara “berkembang-jajahan” maupun oleh kaum buruh di negara masing-masing.

Walaupun prediksi Marx meleset, tetapi tidak semuanya. Ia benar ketika mengatakan perkembangan sejarah dan peradaban didorong oleh konflik dan perjuangan terus menerus untuk dapat bereksistensi. Dengan demikian perjuangan kelas merupakan kekuatan pendorong sejarah, karena semua kemajuan penting dalam sejarah terlahir dari konflik, perjuangan dan revolusi kekerasan. Walaupun ini terkesan sangatlah kejam dan sadis, tapi penderitaan dan pengorbanan manusia memang merupakan harga yang harus dibayar mahal untuk suatu perubahan sosial. Hal ini juga ditekankan oleh Soekarno yang mengatakan jika sebuah negara ingin melakukan perubahan besar, maka tidaklah cukup dengan reformasi-reformasi kecil, ia haruslah melalui sebuah revolusi sosial. Kata Marx, The advance to the shining heights of communist civilisation will always engender in people unusual power of will and intellect, creative impuls, courage, and life-giving energy.

Pemicu dari segala perkembangan peradaban manusia tersebut terletak pada masalah ekonomi dan teknologi. Marx dengan tepat sekali menggambarkan negara dengan sebuah rumah. Fondasi paling bawahnya adalah ekonomi dan diatasnya adalah teknologi. Jika fondasi awalnya runtuh, maka runtuhlah seluruh rumah tersebut. Ini kita dapati di Uni Soviet. Selain dari ketidaksiapan masyarakatnya dengan alam keterbukaan, ambruknya ekonomi merupakan pemicu utama.

Demikian juga dengan Indonesia. Timor-Timur lepas dari Indonesia karena terpuruknya ekonomi. Secara logika jika Timor-Timur makmur, tidak akan mungkin ia mengupayakan diri untuk berpisah dari Republik Indonesia. Begitu juga di seluruh provinsi. Ketika ekonomi negeri ini memburuk, maka memburuk pulalah sistem sosialnya.

Tapi perjuangan kelas untuk dapat bereksistensi ditentang keras oleh futuristik Fritjof Capra. Ia mengatakan pandangan tentang evolusi sosial yang terlalu menekankan pada konflik itu telah mengabaikan kenyataan bahwa semua perjuangan di alam raya ini terjadi dalam suatu konteks kerja sama yang lebih luas. Dan konflik bukan merupakan sumber dinamika sosial. Dengan demikian konflik harus dibuat sekecil mungkin pada saat transisi sosial terjadi. Asumsinya adalah gerak merupakan sesuatu yang alami dan muncul secara spontan. Sehingga transformasi dari generasi tua ke generasi muda menjadi mudah.

Walaupun demikian, pemikiran-pemikiran Karl Marx seperti digambarkan oleh Fredrich Engels, akan selalu membayangi seluruh sistem sosial dunia bahkan untuk abad-abad yang akan datang. Demikian juga Francois Furet yang dikutip Anthony Brewer mengatakan bagaimana sulitnya membuat sejarah intelektual abad 20 tanpa Marx. Walaupun banyak prediksi-prediksinya yang meleset, tetapi dia telah membangunkan seluruh orang tentang celah-celah kapitalisme dan kekuasaan yang sangat memiliki peluang untuk melakukan pengerugian terhadap rakyat.

Untuk itulah, memang selayaknya dilakukan MPR. Dan pada saat yang bersamaan harus dilakukan revisi pencabutan Tab MPRS XXV/1966 terhadap Tab tersebut. Intinya, paham marxisme harus dibiarkan hidup sebagai pengritik kapitalisme, tapi pembentukan Partai Komunis sebagai implementasinya haruslah dilarang. Sebab Partai Komunis akan selalu ingin menguasai negara sendirian untuk mewujudkan seorang diktator proletar yang tentu tidak menginginkan adanya oposisi. Inilah yang membedakan Partai Komunis dengan partai-partai egaliter lain seperti PAN, Partai Golkar, dan lain-lain. Dan yang pasti, kebesaran dan kemajuan suatu bangsa tidak akan pernah dapat dicapai hanya dalam satu waktu, apalagi menunggu Tuhan memberikannya, melainkan dari suatu proses panjang yang melibatkan setiap sendi masyarakat.

Sumber :

http://tengkudhaniiqbal.wordpress.com/2006/08/04/transformasi-sosial

Iklan

Pancreatic cancer

Pancreatic cancer is a malignant neoplasm of the pancreas. Each year in the United States, about 42,470 individuals are diagnosed with this condition and 35,240 die from the disease.[1] The prognosis is generally poor; less than 5 percent of those diagnosed are still alive five years after diagnosis. Complete remission is still extremely rare.[2] About 95% of exocrine pancreatic cancers are adenocarcinomas (M8140/3). The remaining 5% include adenosquamous carcinomas, squamous cell carcinomas, and giant cell carcinomas.[3] Exocrine pancreatic cancers are far more common than endocrine pancreatic cancers (islet cell carcinomas), which make up about 1% of total cases.[4]

Signs and symptoms

Presentation

Pancreatic cancer is sometimes called a “silent killer” because early pancreatic cancer often does not cause symptoms,[5] and the later symptoms are usually non-specific and varied.[5] Therefore, pancreatic cancer is often not diagnosed until it is advanced.[5] Common symptoms include:

Trousseau sign, in which blood clots form spontaneously in the portal blood vessels, the deep veins of the extremities, or the superficial veins anywhere on the body, is sometimes associated with pancreatic cancer.

Clinical depression has been reported in association with pancreatic cancer, sometimes presenting before the cancer is diagnosed. However, the mechanism for this association is not known.[6]

Predisposing factors

Risk factors for pancreatic cancer include: [5][7]

Alcohol

It is controversial whether alcohol consumption is a risk factor for pancreatic cancer. Drinking alcohol excessively is a major cause of chronic pancreatitis, which in turn predisposes to pancreatic cancer, but “chronic pancreatitis that is due to alcohol doesn’t increase risk as much as other types of chronic pancreatitis.[14] Overall, the association is consistently weak and the majority of studies have found no association.[15][16][17][18]

Some studies suggest a relationship,[19] with risk increasing with increasing amount of alcohol intake.[20][21] Risk is greatest in heavy drinkers[22][23][24] mostly on the order of four or more drinks per day.[25] But there appears to be no increased risk for people consuming up to 30g of alcohol a day,[18][26] so most of the U.S. consumes alcohol at a level that “is probably not a risk factor for pancreatic cancer.”[24]

Several studies caution that their findings could be due to confounding factors.[23][27] Even if a link exists, it “could be due to the contents of some alcoholic beverages”[28] other than the alcohol itself. One Dutch study even found that drinkers of white wine had lower risk.[29]

A pooled analysis concluded, “Our findings are consistent with a modest increase in risk of pancreatic cancer with consumption of 30 or more grams of alcohol per day.”[30]

Diagnosis

Most patients with pancreatic cancer experience pain, weight loss, or jaundice.[31]

Pain is present in 80 to 85 percent of patients with locally advanced or advanced metastic disease. The pain is usually felt in the upper abdomen as a dull ache that radiates straight through to the back. It may be intermittent and made worse by eating. Weight loss can be profound; it can be associated with anorexia, early satiety, diarrhea, or steatorrhea. Jaundice is often accompanied by pruritus and dark urine. Painful jaundice is present in approximately one-half of patients with locally unresectable disease, while painless jaundice is present in approximately one-half of patients with a potentially resectable and curable lesion.

The initial presentation varies according to location of the cancer. Malignancies in the pancreatic body or tail usually present with pain and weight loss, while those in the head of the gland typically present with steatorrhea, weight loss, and jaundice. The recent onset of atypical diabetes mellitus, a history of recent but unexplained thrombophlebitis (Trousseau sign), or a previous attack of pancreatitis are sometimes noted.

Courvoisier sign defines the presence of jaundice and a painlessly distended gallbladder as strongly indicative of pancreatic cancer, and may be used to distinguish pancreatic cancer from gallstones.

Tiredness, irritability and difficulty eating due to pain also exist. Pancreatic cancer is usually discovered during the course of the evaluation of aforementioned symptoms.

Liver function tests can show a combination of results indicative of bile duct obstruction (raised conjugated bilirubin, γ-glutamyl transpeptidase and alkaline phosphatase levels). CA19-9 (carbohydrate antigen 19.9) is a tumor marker that is frequently elevated in pancreatic cancer. However, it lacks sensitivity and specificity. When a cutoff above 37 U/mL is used, this marker has a sensitivity of 77% and specificity of 87% in discerning benign from malignant disease. CA 19-9 might be normal early in the course, and could be elevated due to benign causes of biliary obstruction.[32]

Imaging studies, such as computed tomography (CT scan) can be used to identify the location of the cancer. Endoscopic ultrasound (EUS) is another procedure that can help visualize the location and can serve to guide a percutaneous needle biopsy, which is necessary to establish a definitive diagnosis.[33]

Treatment

Surgery

Treatment of pancreatic cancer depends on the stage of the cancer.[34] The Whipple procedure is the most common surgical treatment for cancers involving the head of the pancreas. It can only be performed if the patient is likely to survive major surgery and if the cancer is localised without invading local structures or metastasizing. It can therefore only be performed in the minority of cases.

Spleen-preserving distal pancreatectomy can also be used as a method to remove a cancer running through centre of pancreas; this is invasive surgery, resulting in loss of body and tail.[citation needed] Cancers of the tail of the pancreas can be resected using a procedure known as a distal pancreatectomy.[35] Recently, localized cancers of the pancreas have been resected using minimally invasive (laparoscopic) approaches.[33]

After surgery, adjuvant chemotherapy with gemcitabine may be offered to eliminate whatever cancerous tissue may remain in the body. This has been shown to increase 5-year survival rates. Addition of radiation therapy is a hotly debated topic, with groups in the US often favoring the use of adjuvant radiation therapy, while groups in Europe do not.[36]

Surgery can be performed for palliation, if the malignancy is invading or compressing the duodenum or colon. In that case, bypass surgery might overcome the obstruction and improve quality of life, but it is not intended as a cure.[33]

Chemotherapy

In patients not suitable for resection with curative intent, palliative chemotherapy may be used to improve quality of life and gain a modest survival benefit. Gemcitabine was approved by the United States Food and Drug Administration in 1998 after a clinical trial reported improvements in quality of life in patients with advanced pancreatic cancer. This marked the first FDA approval of a chemotherapy drug for a non-survival clinical trial endpoint. Gemcitabine is administered intravenously on a weekly basis. Addition of oxaliplatin (Gem/Ox) conferred benefit in small trials, but is not yet standard therapy.[37] Fluorouracil (5FU) may also be included.

On the basis of a Canadian led Phase III Randomised Controlled trial involving 569 patients with advanced pancreatic cancer, the US FDA has licensed the use of erlotinib (Tarceva) in combination with gemcitabine as a palliative regimen for pancreatic cancer. This trial compared the action of gemcitabine/erlotinib vs gemcitabine/placebo and demonstrated improved survival rates, improved tumor response and improved progression-free survival rates. The survival improvement with the combination is on the order of less than four weeks, leading some cancer experts to question the incremental value of adding erlotinib to gemcitabine treatment. New trials are now investigating the effect of the above combination in the adjuvant and neoadjuvant setting.[38] A trial of anti-angiogenesis agent bevacizumab (Avastin) as an addition to chemotherapy has shown no improvement in survival of patients with advanced pancreatic cancer. It may cause higher rates of high blood pressure, bleeding in the stomach and intestine, and intestinal perforations.

Ongoing trials of gemcitabine combined with nab-Paclitaxel (Abraxane) have shown significant promise with substantially higher response rates, and even some remissions, compared to other therapies in patients with metastatic pancreatic adenocarcinoma.

Prognosis

Patients diagnosed with pancreatic cancer typically have a poor prognosis partly because the cancer usually causes no symptoms early on, leading to locally advanced or metastatic disease at time of diagnosis. Median survival from diagnosis is around 3 to 6 months; 5-year survival is less than 5%.[39] With 37,170 cases diagnosed in the United States in 2007, and 33,700 deaths, pancreatic cancer has one of the highest fatality rates of all cancers and is the fourth highest cancer killer in the United States among both men and women. Although it accounts for only 2.5% of new cases, pancreatic cancer is responsible for 6% of cancer deaths each year.[40]

Pancreatic cancer may occasionally result in diabetes. Insulin production is hampered and it has been suggested that the cancer can also prompt the onset of diabetes and vice versa.[41] Thus diabetes is both a risk factor for the development of pancreatic cancer and diabetes can be an early sign of the disease in the elderly.

Prevention

According to the American Cancer Society, there are no established guidelines for preventing pancreatic cancer, although cigarette smoking has been reported as responsible for 20-30% of pancreatic cancers.[42]

The ACS recommends keeping a healthy weight, and increasing consumption of fruits, vegetables, and whole grains while decreasing red meat intake, although there is no consistent evidence that this will prevent or reduce pancreatic cancer specifically.[43][44] In 2006 a large prospective cohort study of over 80,000 subjects failed to prove a definite association.[45] The evidence in support of this lies mostly in small case-control studies. [46]

In September 2006, a long-term study concluded that taking Vitamin D can substantially cut the risk of pancreatic cancer (as well as other cancers) by up to 50%.[47][48][49]

Several studies, including one published on 1 June 2007, indicate that B vitamins such as B12, B6, and folate, can reduce the risk of pancreatic cancer when consumed in food, but not when ingested in vitamin tablet form.[50][51]

References

  1. ^ Pancreatic Cancer – National Cancer Institute, U.S. National Institutes of Health (Accessed 10 May 2009)
  2. ^ a b Ghaneh P, Costello E, Neoptolemos JP (2007). “Biology and management of pancreatic cancer”. Gut 56 (8): 1134–52. doi:10.1136/gut.2006.103333. PMID 17625148.
  3. ^ Detailed Guide, Pancreatic Cancer, What is Cancer of the Pancreas?. http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_1X_What_is_pancreatic_cancer_34.asp?sitearea=. Retrieved on 2009-21-2.
  4. ^ Yao, J.C., Eisner, M.P., et al. “Population-Based Study of Islet Cell Carcinoma”. Ann Surg Oncol. 2007 Dec; 14(12): 3492–3500.
  5. ^ a b c d e f g h i What You Need To Know About Cancer of the Pancreas – National Cancer Institute“. 2002-09-16. 4/5. http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/pancreas/page4. Retrieved on 2007-12-22.
  6. ^ Carney, C. P.; Jones, L.; Woolson, R. F.; Noyes, R. Jr.; Doebbeling, B. N. (2003). “Relationship between depression and pancreatic cancer in the general population”. Psychosom Med 65 (5): 884–888. doi:10.1097/01.PSY.0000088588.23348.D5. PMID 14508036.
  7. ^ ACS :: What Are the Risk Factors for Cancer of the Pancreas?. http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_2X_What_are_the_risk_factors_for_pancreatic_cancer_34.asp?sitearea=. Retrieved on 2007-12-13.
  8. ^ Iodice S, Gandini S, Maisonneuve P, Lowenfels AB (2008). “Tobacco and the risk of pancreatic cancer: a review and meta-analysis”. Langenbecks Arch Surg 393: 535. doi:10.1007/s00423-007-0266-2. PMID 18193270.
  9. ^ Vegetable and fruit intake and pancreatic cancer in a population-based case-control study in the San Francisco bay area.“. Cancer epidemiology, biomarkers & prevention. pubMed.gov. 2005-08. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16172215. Retrieved on 2009-01-14.
  10. ^ Red Meat May Be Linked to Pancreatic Cancer“. Journal of the National Cancer Institute. WebMD. 2005-10-05. http://www.medscape.com/viewarticle/514268. Retrieved on 2008-03-05.
  11. ^ Obesity Linked to Pancreatic Cancer“. American Cancer Society. Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention (Vol. 14, No. 2: 459-466). 2005-03-06. http://www.cancer.org/docroot/NWS/content/NWS_1_1x_Obesity_Linked_to_Pancreatic_Cancer.asp. Retrieved on 2008-03-05.
  12. ^ Efthimiou E, Crnogorac-Jurcevic T, Lemoine NR, Brentnall TA (February 2001). “Inherited predisposition to pancreatic cancer”. Gut 48 (2): 143–7. doi:10.1136/gut.48.2.143. PMID 11156628.
  13. ^ Michaud DS, Joshipura K, Giovannucci E, Fuchs CS (2007). “A prospective study of periodontal disease and pancreatic cancer in US male health professionals”. J. Natl. Cancer Inst. 99 (2): 171–5. doi:10.1093/jnci/djk021. PMID 17228001.
  14. ^ Cancer Research UK Pancreatic cancer risks and causes
  15. ^ National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism Alcohol and Cancer – Alcohol Alert No. 21-1993
  16. ^ American Cancer Society Coffee and Alcohol Do Not Pose a Risk for Pancreatic Cancer
  17. ^ Villeneuve PJ, Johnson KC, Hanley AJ, Mao Y Alcohol, tobacco and coffee consumption and the risk of pancreatic cancer: results from the Canadian Enhanced Surveillance System case-control project. Canadian Cancer Registries Epidemiology Research Group Eur J Cancer Prev 2000 Feb;9(1):49-58. PMID: 10777010
  18. ^ a b Michaud DS, Giovannucci E, Willett WC, Colditz GA, Fuchs CS Coffee and alcohol consumption and the risk of pancreatic cancer in two prospective United States cohorts Cancer Epidemiol Biomarkers Prev 2001 May;10(5):429-37 PMID: 11352851
  19. ^ Ahlgren, J. D., et al. Epidemiology and risk factors in pancreatic cancer Seminars in Oncology, 1996, 23(2), 241-250.
  20. ^ Cuzick J, Babiker AG Pancreatic cancer, alcohol, diabetes mellitus and gall-bladder disease Int J Cancer 1989 Mar 15;43(3):415-21
  21. ^ Harnack LJ, Anderson KE, Zheng W, Folsom AR, Sellers TA, Kushi LH Smoking, alcohol, coffee, and tea intake and incidence of cancer of the exocrine pancreas: the Iowa Women’s Health Study Cancer Epidemiol Biomarkers Prev 1997 Dec;6(12):1081-6 PMID: 9419407
  22. ^ Schottenfeld, D. and J. Fraumeni, ed. Cancer epidemiology and prevention. 2nd ed., ed. Vol. 1996, Oxford University Press: Oxford
  23. ^ a b W Ye, J Lagergren, E Weiderpass, O Nyrén, H-O Adami, A Ekbom Alcohol abuse and the risk of pancreatic cancer Gut 2002;51:236-239
  24. ^ a b Silverman DT, Brown LM, Hoover RN, Schiffman M, Lillemoe KD, Schoenberg JB, Swanson GM, Hayes RB, Greenberg RS, Benichou J, et al. Alcohol and pancreatic cancer in blacks and whites in the United States Cancer Res, 1995. 55(21): p. 4899-905. PMID: 7585527
  25. ^ G W Olsen, J S Mandel, R W Gibson, L W Wattenberg and L M Schuman A case-control study of pancreatic cancer and cigarettes, alcohol, coffee and diet American Journal of Public Health Vol. 79, Issue 8 1016–1019
  26. ^ Pancreatic cancer risk factors
  27. ^ Zatonski WA, Boyle P, Przewozniak K, Maisonneuve P, Drosik K, Walker AM Cigarette smoking, alcohol, tea and coffee consumption and pancreas cancer risk: a case-control study from Opole, Poland Int J Cancer 1993 Feb 20;53(4):601-7 PMID: 8436433
  28. ^ Durbec JP, Chevillotte G, Bidart JM, Berthezene P, Sarles H. Diet, alcohol, tobacco and risk of cancer of the pancreas: a case-control study Br J Cancer 1983 Apr;47(4):463-70.
  29. ^ Bueno de Mesquita HB, Maisonneuve P, Moerman CJ, Runia S, Boyle P. Lifetime consumption of alcoholic beverages, tea and coffee and exocrine carcinoma of the pancreas: a population-based case-control study in The Netherlands Int J Cancer 1992 Feb 20;50(4):514-22 PMID: 1537615
  30. ^ Jeanine M. Genkinger, Donna Spiegelman, Kristin E. Anderson, Leif Bergkvist, Leslie Bernstein, Piet A. van den Brandt, Dallas R. English, Jo L. Freudenheim, Charles S. Fuchs, Graham G. Giles, Edward Giovannucci, Susan E. Hankinson, Pamela L. Horn-Ross, Michael Leitzmann, Satu Männistö, James R. Marshall, Marjorie L. McCullough, Anthony B. Miller, Douglas J. Reding, Kim Robien, Thomas E. Rohan, Arthur Schatzkin, Victoria L. Stevens, Rachael Z. Stolzenberg-Solomon, Bas A.J. Verhage, Alicja Wolk, Regina G. Ziegler and Stephanie A. Smith-Warner Alcohol Intake and Pancreatic Cancer Risk: A Pooled Analysis of Fourteen Cohort Studies Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention 18, 765, March 1, 2009. doi: 10.1158/1055-9965.EPI-08-0880
  31. ^ Bakkevold KE, Arnesjø B, Kambestad B (1992). “Carcinoma of the pancreas and papilla of Vater: presenting symptoms, signs, and diagnosis related to stage and tumour site. A prospective multicentre trial in 472 patients. Norwegian Pancreatic Cancer Trial”. Scand. J. Gastroenterol. 27 (4): 317–25. doi:10.3109/00365529209000081. PMID 1589710.
  32. ^ Frank J. Domino M.D.etc. (2007). 5 minutes clinical suite version 3. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins.
  33. ^ a b c Philip, Philip Agop. “Pancreatic Cancer.” ACP PIER & AHFX DI Essentials. American College of Physicians. 4 Apr 2008. Accessed 7 Apr 2009.
  34. ^ Pancreatic Cancer – Johns Hopkins Medicine: Surgical Treatment of Pancreatic Cancer
  35. ^ Retrieved from http://pathology.jhu.edu/pancreas/TreatmentSurgery.php.
  36. ^ Neoptolemos JP, Stocken DD, Friess H, et al. (2004). “A randomized trial of chemoradiotherapy and chemotherapy after resection of pancreatic cancer”. N. Engl. J. Med. 350 (12): 1200–10. doi:10.1056/NEJMoa032295. PMID 15028824.
  37. ^ Demols A, Peeters M, Polus M, et al. (2006). “Gemcitabine and oxaliplatin (GEMOX) in gemcitabine refractory advanced pancreatic adenocarcinoma: a phase II study”. Br. J. Cancer 94 (4): 481–5. doi:10.1038/sj.bjc.6602966. PMID 16434988.
  38. ^ FDA approval briefing
  39. ^ WHO | Cancer
  40. ^ Jemal A, Siegel R, Ward E, Murray T, Xu J, Thun MJ (2007). “Cancer statistics, 2007“. CA Cancer J Clin 57 (1): 43–66. doi:10.3322/canjclin.57.1.43. PMID 17237035. http://caonline.amcancersoc.org/cgi/content/full/57/1/43.
  41. ^ Wang F, Herrington M, Larsson J, Permert J (January 2003). “The relationship between diabetes and pancreatic cancer“. Mol. Cancer 2: 4. doi:10.1186/1476-4598-2-4. PMID 12556242. PMC: 149418. http://www.molecular-cancer.com/content/2/1/4.
  42. ^ ACS :: Can Cancer of the Pancreas be Prevented?. http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_2X_Can_pancreatic_cancer_be_prevented_34.asp?rnav=cri. Retrieved on 2007-12-13.
  43. ^ Coughlin, SS; Calle EE, Patel AV, Thun MJ. (December 2000). “Predictors of pancreatic cancer mortality among a large cohort of United States adults”. Cancer Causes Control. 11 (10): 915–23.. doi:10.1023/A:1026580131793. PMID 11142526.
  44. ^ Zheng, W; et al. (September 1993). “A cohort study of smoking, alcohol consumption, and dietary factors for pancreatic cancer (United States)”. Cancer Causes Control. 4 (5): 477–82.. doi:10.1007/BF00050867. PMID 8218880.
  45. ^ Larsson, Susanna; Niclas Håkansson, Ingmar Näslund, Leif Bergkvist and Alicja Wolk (February 2006). “Fruit and vegetable consumption in relation to pancreatic cancer risk: a prospective study”. Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention 15: 301–305. doi:10.1158/1055-9965.EPI-05-0696. PMID 16492919.
  46. ^ Vegetable and fruit intake and pancreatic cancer in a population-based case-control study in the San Francisco bay area.“. Cancer epidemiology, biomarkers & prevention. pubMed.gov. 2005-08. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16172215. Retrieved on 2009-01-14.
  47. ^ BBC NEWS | Health | Vitamin D ‘slashes cancer risk’
  48. ^ Vitamin D May Cut Pancreatic Cancer
  49. ^ http://www.forbes.com/forbeslife/health/feeds/hscout/2006/09/14/hscout534925.html
  50. ^ Schernhammer E, Wolpin B, Rifai N, et al. (June 2007). “Plasma folate, vitamin B6, vitamin B12, and homocysteine and pancreatic cancer risk in four large cohorts“. Cancer Res. 67 (11): 5553–60. doi:10.1158/0008-5472.CAN-06-4463. PMID 17545639. http://cancerres.aacrjournals.org/cgi/content/abstract/67/11/5553.
  51. ^ United Press International – Consumer Health Daily – Briefing. http://www.upi.com/Consumer_Health_Daily/Briefing/2007/06/01/pancreatic_cancer_risk_cut_by_b6_b12/3712/. Retrieved on 2007-06-04.
  1. alcohol, tobacco and risk of cancer of the pancreas: a case-control study Br J Cancer 1983 Apr;47(4):463-70.
  2. ^ Bueno de Mesquita HB, Maisonneuve P, Moerman CJ, Runia S, Boyle P. Lifetime consumption of alcoholic beverages, tea and coffee and exocrine carcinoma of the pancreas: a population-based case-control study in The Netherlands Int J Cancer 1992 Feb 20;50(4):514-22 PMID: 1537615
  3. ^ Jeanine M. Genkinger, Donna Spiegelman, Kristin E. Anderson, Leif Bergkvist, Leslie Bernstein, Piet A. van den Brandt, Dallas R. English, Jo L. Freudenheim, Charles S. Fuchs, Graham G. Giles, Edward Giovannucci, Susan E. Hankinson, Pamela L. Horn-Ross, Michael Leitzmann, Satu Männistö, James R. Marshall, Marjorie L. McCullough, Anthony B. Miller, Douglas J. Reding, Kim Robien, Thomas E. Rohan, Arthur Schatzkin, Victoria L. Stevens, Rachael Z. Stolzenberg-Solomon, Bas A.J. Verhage, Alicja Wolk, Regina G. Ziegler and Stephanie A. Smith-Warner Alcohol Intake and Pancreatic Cancer Risk: A Pooled Analysis of Fourteen Cohort Studies Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention 18, 765, March 1, 2009. doi: 10.1158/1055-9965.EPI-08-0880
  4. ^ Bakkevold KE, Arnesjø B, Kambestad B (1992). “Carcinoma of the pancreas and papilla of Vater: presenting symptoms, signs, and diagnosis related to stage and tumour site. A prospective multicentre trial in 472 patients. Norwegian Pancreatic Cancer Trial”. Scand. J. Gastroenterol. 27 (4): 317–25. doi:10.3109/00365529209000081. PMID 1589710.
  5. ^ Frank J. Domino M.D.etc. (2007). 5 minutes clinical suite version 3. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins.
  6. ^ a b c Philip, Philip Agop. “Pancreatic Cancer.” ACP PIER & AHFX DI Essentials. American College of Physicians. 4 Apr 2008. Accessed 7 Apr 2009.
  7. ^ Pancreatic Cancer – Johns Hopkins Medicine: Surgical Treatment of Pancreatic Cancer
  8. ^ Retrieved from http://pathology.jhu.edu/pancreas/TreatmentSurgery.php.
  9. ^ Neoptolemos JP, Stocken DD, Friess H, et al. (2004). “A randomized trial of chemoradiotherapy and chemotherapy after resection of pancreatic cancer”. N. Engl. J. Med. 350 (12): 1200–10. doi:10.1056/NEJMoa032295. PMID 15028824.
  10. ^ Demols A, Peeters M, Polus M, et al. (2006). “Gemcitabine and oxaliplatin (GEMOX) in gemcitabine refractory advanced pancreatic adenocarcinoma: a phase II study”. Br. J. Cancer 94 (4): 481–5. doi:10.1038/sj.bjc.6602966. PMID 16434988.
  11. ^ FDA approval briefing
  12. ^ WHO | Cancer
  13. ^ Jemal A, Siegel R, Ward E, Murray T, Xu J, Thun MJ (2007). “Cancer statistics, 2007“. CA Cancer J Clin 57 (1): 43–66. doi:10.3322/canjclin.57.1.43. PMID 17237035. http://caonline.amcancersoc.org/cgi/content/full/57/1/43.
  14. ^ Wang F, Herrington M, Larsson J, Permert J (January 2003). “The relationship between diabetes and pancreatic cancer“. Mol. Cancer 2: 4. doi:10.1186/1476-4598-2-4. PMID 12556242. PMC: 149418. http://www.molecular-cancer.com/content/2/1/4.
  15. ^ ACS :: Can Cancer of the Pancreas be Prevented?. http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_2X_Can_pancreatic_cancer_be_prevented_34.asp?rnav=cri. Retrieved on 2007-12-13.
  16. ^ Coughlin, SS; Calle EE, Patel AV, Thun MJ. (December 2000). “Predictors of pancreatic cancer mortality among a large cohort of United States adults”. Cancer Causes Control. 11 (10): 915–23.. doi:10.1023/A:1026580131793. PMID 11142526.
  17. ^ Zheng, W; et al. (September 1993). “A cohort study of smoking, alcohol consumption, and dietary factors for pancreatic cancer (United States)”. Cancer Causes Control. 4 (5): 477–82.. doi:10.1007/BF00050867. PMID 8218880.
  18. ^ Larsson, Susanna; Niclas Håkansson, Ingmar Näslund, Leif Bergkvist and Alicja Wolk (February 2006). “Fruit and vegetable consumption in relation to pancreatic cancer risk: a prospective study”. Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention 15: 301–305. doi:10.1158/1055-9965.EPI-05-0696. PMID 16492919.
  19. ^ Vegetable and fruit intake and pancreatic cancer in a population-based case-control study in the San Francisco bay area.“. Cancer epidemiology, biomarkers & prevention. pubMed.gov. 2005-08. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16172215. Retrieved on 2009-01-14.
  20. ^ BBC NEWS | Health | Vitamin D ‘slashes cancer risk’
  21. ^ Vitamin D May Cut Pancreatic Cancer
  22. ^ http://www.forbes.com/forbeslife/health/feeds/hscout/2006/09/14/hscout534925.html
  23. ^ Schernhammer E, Wolpin B, Rifai N, et al. (June 2007). “Plasma folate, vitamin B6, vitamin B12, and homocysteine and pancreatic cancer risk in four large cohorts“. Cancer Res. 67 (11): 5553–60. doi:10.1158/0008-5472.CAN-06-4463. PMID 17545639. http://cancerres.aacrjournals.org/cgi/content/abstract/67/11/5553.
  24. ^ United Press International – Consumer Health Daily – Briefing. http://www.upi.com/Consumer_Health_Daily/Briefing/2007/06/01/pancreatic_cancer_risk_cut_by_b6_b12/3712/. Retrieved on 2007-06-04.

BitDefender Free Edition

BitDefender-Free-Edition-v7

Nama BitDefender tentunya sudah tidak asing bagi kalangan pengguna komputer sebagai pengembang produk antivirus. Sayangnya, selama ini, selain layanan free online scanner-nya, hampir semua produk-produknya adalah produk berbayar. Nah, baru-baru ini, BitDefender merilis tiga produk keamanan komputernya sebagai produk free edition yang gratis untuk digunakan. Ketiga produk tersebut adalah BitDefender Free Edition, BitDefender Anti-Phishing Free Edition, dan BitDefender Chat Encryption.

BitDefender Free Edition

BitDefender Free Edition dinyatakan sebagai produk antivirus yang menggunakan engine yang sama dengan produk-produk BitDefender lainnya untuk menghalau virus, spyware, dan malware lainnya dari komputer. Limitasi dari BitDefender Free Edition ini adalah penggunaannya terbatas sebagai on-demand virus scanner, tanpa fitur proteksi real-time-nya…

Read More……..

Cara Membuat Website GRATIS

Pertama kali, anda harus belajar membuat website yang paling sederhana. Ikutilah langkah-langkah berikut ini :

* Buatlah file dokumen sederhana dengan menggunakan Microsoft Office Word atau Openoffice untuk Linux.
* Simpanlah dalam bentuk file .html dengan cara klik tombol “save as”lalu pilihlah format html atau web page dan beri nama file tersebut dengan index.html.
* Daftarlah untuk memperoleh account webhosting gratis di sini!!! Di situs : http://www.bravenet.com/webhosting/?afilid=19296128834
* Selesaikanlah semua proses pendaftaran. Sebagai catatan : Jika anda adalah pengguna selain dari Amerika, maka pilihlah “Trust Teritories” dalam kolom isian “State/Province”.
* Verifikasikan pendaftaran anda dengan mengeklik link yang akan dikirimkan ke alamat email anda.
* Masuklah ke account anda dan pilihlah nama subdomain kesukaan anda semisal namaanda.namadomain.com dengan cara mengeklik tombol “Website” lalu klik “Build a new website”
* Pergilah ke menu “Manage website” lalu klik alamat website anda sehingga anda bisa menuju ke menu “File Manager”
* Pilihlah menu “Up load file” untuk meng-up load file index.html dari komputer anda untuk ditransfer ke server.
* Tunggulah beberapa saat sampai semua proses ini selesai seutuhnya.
* Ujilah website perdana anda dengan mengetikkan alamat URL website anda ke browser anda seperti http://namaanda.namadomain.com
* Selamat …… sekarang anda bisa melihat website perdana anda dan semua orang bisa mengaksesnya juga lewat internet 🙂
* Jika anda tidak memberi nama file anda dengan index.html maka alamat URL yang harus anda tulis untuk melihat file anda adalah sebagai berikut http://namaanda.namadoamain.com/fileanda.html
* Pelajarilah materi ini berulang kali sampai anda dapat mengertinya dengan baik.
Cara Membuat Website GRATIS (Bagian ke-2)
Sekarang, anda akan belajar bagaimana untuk membuat website dengan software pengedit html. Walaupun tanpa mengetahui sama sekali tentang html, anda masih dapat membuat website bagus dengan menggunakan software pengedit html, penggunaannya sangatlah mudah karena konsepnya adalah : Apa Yang Anda Lihat Itulah Yang Anda Dapat (WYSIWYG). Anda bisa menggunakan Front Page, Microsoft Office Publisher atau NVU untuk Linux (anda dapat menginstalnya dari repositories) Hampir semua menu dan kunci fungsinya sangatlah mirip dengan Microsoft Office Word atau Openoffice. Yang paling berbeda adalah: anda akan butuh untuk memakai fungsi Hyperlink dengan lebih banyak. Apakah hyperlink itu? Hyperlink adalah sebuah fungsi khusus untuk menghubungkan setiap masing-masing halaman website anda satu sama lainnya atau ke website yang lain, jadi … jika pengunjung website anda sedang mengeklik suatu kata atau gambar yang mengandung hyperlink, maka ia akan diarahkan untuk menuju ke alamat URL yang ada di dalam hyperlink tersebut.

Sumber: http://one.indoskripsi.com/artikel-skripsi-tentang/cara-membuat-website-gratis

Download Smadav 2009 Rev. 4.3 dengan Pengunci Flashdisk

smadav

Setelah menunggu selama 3 bulan terakhir, akhirnya Smadav 2009 Rev. 4 diluncurkan. Pada Rev. 4 telah dilakukan perbaikan berbagai bug, dan penambahan teknologi baru di dunia antivirus yaitu, Smad-Lock, fungsinya untuk mengunci flashdisk Anda sehingga hampir tidak mungkin terinfeksi virus. Serta berbagai penambahan fitur dan perbaikan lainnya.

Smad-Lock

Flashdisk adalah sumber utama penyebaran virus di Indonesia, sebagian besar kasus infeksi virus di Indonesia berasal dari pertukaran flashdiskd dari satu komputer dengan komputer lainnya. Jadi, kalau kita mampu menjaga agar flashdisk tidak terinfeksi virus dari komputer lain maka tentunya komputer kita akan aman dan tidak akan sekali-kali terinfeksi virus.

Read More…..

PCMAV 2.0c Update Build4

pcmav20a4PCMAV 2.0c Update Build4 hadir dengan penambahan 10 pengenal varian virus baru. Bagi Anda pengguna PCMAV 2.0c sangat disarankan sekali untuk melakukan update agar PCMAV Anda dapat mengenali virus lebih banyak lagi. Total penambahan hingga Update Build4 sebanyak 42 virus/varian.

Read More….

PCMAV 2.0c Update Build4

pcmav

PCMAV 2.0c Update Build4 hadir dengan penambahan 10 pengenal varian virus baru. Bagi Anda pengguna PCMAV 2.0c sangat disarankan sekali untuk melakukan update agar PCMAV Anda dapat mengenali virus lebih banyak lagi. Total penambahan hingga Update Build4 sebanyak 42 virus/varian.

Update PCMAV dapat dilakukan secara otomatis jika komputer Anda dalam keadaan terhubung ke internet (non-proxy). Selanjutnya fitur Automatic updates akan secara otomatis mendownload dan mengupdate database. Jika Anda ingin mendownload secara manual dapat melalui link yang disediakan di bawah. Nantikan PC Media Antivirus 2.0d selanjutnya. Silakan download PCMAV 2.0c Update Build4.

Download Link:

OPERATING BUDGET DALAM MANAGEMENT KEPERAWATAN

Pengertian Umum Budgeting

Pengertian Budget
Budget (Anggaran) adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.

Dari pengertian di atas nampaknya bahwa suatu Budget mempunyai empat unsur, yaitu:
• Rencana
• Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
• Dinyatakan dalam unit moneter
• Jangka waktu tertentu yang akan datang

Manfaat Budget
Manfaat Budget terdiri dari tiga pokok, yaitu :
• Sebagai pedoman kerja
• Yang mana berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arahan serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan diwaktu yang akan datang.
• Sebagai alat pengawasan kerja
Budget berfungsi pula sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan membandingkan apa yang tertuang di dalam Budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja atau kah kurang sukses bekerja.


Sebagai alat pengkoordinasian kerja
Budget berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinasikan kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat didalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.

Proses Penyusunan Budget
Sebagaiman telah dijelaskan di atas, suatu Budget dapat berfungsi dengan baik bilamana tafsiran-tafsiran (forecast) yang termuat didalamnya cukup akurat, sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya nanti. Untuk bisa melakukan penafsiran secara lebih akurat, diperlakukan sebagai data, informasi dan pengalaman, yang merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan didalam menyusun Budget. Adapaun faktor-faktor tersebut secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, ialah :

Faktor-faktor intern, yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa :
• Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat pembayaran barang yang dijual, pemilihan saluran distribusi dan sebagainya.
• Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan.
• Tenaga kerja yang dimiliki peruahaan, baik jumlahnya (kuantitatif) maupun ketrampilan dan keahliannya (kualitatif).
• Modal kerja yang dimiliki perusahaan.
• Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan.
• Kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perusahaan, baik di bidang pemasaran, dibidang produksi, dibidang pembelanjaan, dibidang administrasi maupun dibidang personalia.

Sampai batas-batas tertentu, perusahaan masih dapat mengatur dan menyesuaikan faktor-faktor intern ini dengan apa yang diinginkan untuk masa yang akan datang. Misalnya Modal Kerja yang sekarang dimiliki dirasakan kurang untuk periode Budget yang akan datang, maka perusahaan dalam batas-batas tertentu masih bisa menambahnya, misalnya dengan meminta kredit ke Bank. Demikian pula halnya dengan mesin-mesin, peralatan-peralatan, tenaga kerja serta fasilitas-fasilitas lain, dalam batas-batas tertentu masih disesuaikan dengan apa yang diinginkan untuk periode budget yang akan datang, baik ditambah maupun dikurangi. Oleh karena itu faktor-faktor intern ini sering disebut sebagai faktor yang controlable (dapat diukur), yaitu faktor-faktor yang dalam batas-batas tertentu masih bisa disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan untuk periode Budget yang akan datang.

Faktor-faktor ekstern, yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap kehidupan perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa :
• Keadaan persaingan
• Tingkat pertumbuhan penduduk
• Tingkat penghasilan masyarakat
• Tingkat pendidikan masyarakat
• Tingkat penyebaran penduduk
• Agama, adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat.
• Berbagai kebijakan pemerintah, baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun keamanan.
• Keadaan perekonomian nasional maupun internasional, kemajuan tehnologi dan sebagainya.

Terhadap faktor-faktor ekstern ini, perusahaan tidak mampu utnuk mengaturnya sesuai dengan apa yang diinginkanya dalam periode Budget yang akan datang. Oleh karena itu faktor-faktor ekstern ini sering disebut sebagai faktor yang un-controlabel (tidak dapat diukur), yaitu faktor-faktor yang tidak dapat diukur dan tidak dapat disesuaikan dengan keinginan perusahaan. Akibatnya perusahaanlah yang harus menyesuaiakan dirinya, menyesuaikan kebijaksanaan-kebijaksanaannya dengan faktor-faktor tersebut.

PENGERTIAN BUDGETING
Dalam pengertian Budget yang telah diuraikan di atas dapatlah diketahui bahwa Budget merupakan hasil kerja (out-put) yang terutama berupa tafsira-tafsiran yang akan dilaksanakan diwaktu yang akan datang. Karena suatu Budget merupakan hasil kerja (out-put), maka Budget dituangkan dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan sistematis. Sedangkan yang dimaksudka dengan Budgeting adalah proses kegiatan yang menghasilakan Budget tersebut sebagai hasil kerja (out-put), serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi Budget, yaitu fungsi-fungsi pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja dan alat pengawasan kerja. Secara lebih terperinci, proses kegiatan yang tercakup dalam Budgeting tersebut antara lain:
• Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun Budget
• Pengolahan dan penganalisaan data dan informasi tersebut untuk mengadakan tafsiran-tafsiran dalam rangka menyusun Budget.
• Menyusun Budget serta menyajikannya secara teratur dan sistematis.
• Pengkoordinasian pelaksanaan Budget
• Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan, yaitu untuk mengadakan penilaian (evaluasi) terhadap pelaksanaan Budget.
• Pengolahan dan penganalisaan data tersebut untuk mengadakan interpretasi dan memperoleh kesimpulan-kesimpulan dalam rangka mengadakan penilaian (evaluasi) terhadap kerja yang telah dilaksanakan, serta menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan sebagai tindak lanjut (follow-up) dari kesimpulan-kesimpulan tersebut.

Prosedur Penyususnan Budget
Pada dasarnya yang berwenang dan bertanggung jawab atau menyusun Budget serta pelaksanaan kegiatan Budgeting lainnya, ada ditangan pimpinan tertinggi perusahaan. Hal ini disebabkan karena pimpinan tertinggi perusahaanlah yang paling berwewenang dan paling bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perusahaan secara keseluruhan. Namun demikian tugas menyiapkan dan menyusun Budget serta kegiatan-kegiatan Budgeting lainnya tidak harus ditangani sendiri oleh pimpinan tertinggi perusahaan, melainkan dapat didelegasikan kepada bagian lain dalam perusahaan. Adapaun siapa-siapa atau bagian apa yang diserahi tugas memprsiapkan dan menyusun Budget tersebut sangat tergantung pada struktur organisasi dari masing-masing perusahaan. Akan tetapi pada garis besarnya tugas mempersiapkan dan menyususn Budget ini dapat didelegasikan kepada :

1. Bagian administrasi, bagian perusahan yang kecil. Hal ini disebabkan karena bagi perusahaan yang kecil, kegiatan-kegiatan perusahaan tidak terlalu kompleks, sederhana, dengan ruang lingkup yang terbatas, sehingga tugas penyusunan Budget dapat diserahkan kepada salah satu bagian saja dari perusahaan yang bersangkutan, dan tidak perlu banyak melibatkan secara aktif seluruh bagian-bagian yang ada dalam perusahaan.

2. Panitia Budget, bagian perusahan yang besar. Hal ini disebabkan karena bagi perusahaan besar, kegiatan-kegiatan perusahaan cukup kompleks, beraneka ragam dengan ruang lingkup yang cukup luas, sehingga Bagian Administrasi tidak mungkin dan tidak mampu lagi untuk menyusun Budget sendiri tanpa partisipasi aktif bagian-bagian lain dalam perusahaan. Oleh sebab itu tugas menyusun Budget perlu melibatkan semua unsur yang mewakili semua bagian yang ada di dalam perusahaan, yang duduk dalam Panitia Budget. Tim penyusunan Budget ini biasanya diketuai oleh pimpinan perusahaan (misalnya Wakil Direktur) dengan anggota-anggota yang mewakili Bagian Pemasaran, Bagian Produksi, Bagian Pembelanjaan, serta Bgaian Personalia. Di dalam Panitia Budget inilah dilakukan pembahasan-pembahasan tentang rencana-rencana kegiatan yang akan datang, sehingga Budget yang tersusun nanti merupakan kesepakatan bersama, sesuai dengan kondisi, fasilitas serta kemampuan masing-masing bagian secara terpadu. Kesepakatan bersama ini penting agar pelaksanaan Budget nanti benar-benar didukung oleh seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, sehingga memudahkan terciptanya kerja sama yang saling menunjang dan terkoordinasikan dengan baik.

Baik Budget yang disusun oleh Bagian Administrasi (perusahaan kecil), maupun yang disusun oleh Panitia Budget (perusahaan besar), barulah merupakan Rancangan Budget atau Draft Budget (tentative budget). Rancangan Budget inilah yang diserahkan kepada pimpinan tertinggi untuk disahkan serta ditetapkan sebagai Budget yang defenitif. Sebelum disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, masih dimungkinkan untuk diadakan perubahan-perubahan terhadap rancangan tersebut, dan dimungkinkan pula untuk diadakannya pembahsan-pembahasan antara pimpinan tertinggi perusahaan dengan pihak yang diserahi tugas menyusun Rancangan Budget tersebut.
Setelah disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, maka Rancangan Budget tersebut telah menjadi Budget yang defenitif, yang akan dijadikan sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkooordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan kerja.

Isi Budget
Sebagaimana telah diutarakan di atas, suatu Budget yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, sehingga fungsi-fungsi Budget (pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja dan alat pengawasan kerja) benar-benar dapat berjalan dengan baik pula. Budget yang menyeluruh semacam itu sering dinamakan Budget Komprehensif (Comprehensif Budget).
Adapun isi dari Budget Komprehensif secara garis besar terdiri dari :
1. Forecasting Budget (Budget Tafsiran), yaitu Budget yang berisi tafsiran-tafsiran (forecast) tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang, serta tafsiran-tafsiran (forecast) tentang keadaan atau posisi finansial perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang.

2. Variabel Budget (Budget Variabel), yaitu Budget yang berisi tentang tingkat perubahan beaya atau tingkat variabilitas beaya, khususnya beaya-beaya yang termasuk kelompok beaya “semi variabel”, sehubungan dengan adanya perubahan produktivitas perusahaan.

3. Analisa statistik dan matematika pembantu, yaitu analisa-analisa statistik dan matematika yang dipergunakan untuk membuat tafsiran-tafsiran (forecast) serta yang dipergunakan untuk mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja. Semua analisa-analisa tersebut perlu dimuat (dilampirkan) di dalam Budget yang disusun, agar setiap waktu dapat diketahui, dapat diperiksa kembali dan dapat dinilai apakah metode dan analisa yang dipergunakan tersebut memang sudah tepat ataukah perlu direvisi sehubungan dengan adanya perubahan faktor-faktor tertentu di waktu yang akan datang nanti.

4. Laporan Budget (Budget Report), yaitu laporan tentang realisasi pelaksanan Budget, yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara Budget dengan realisasinya itu, sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang bersifat positif (menguntungkan) maupun yang bersifat negatif (merugikan), dapat diketahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan-penyimpangan tersebut, sehingga dapat ditarik beberapa kesimpulan dan beberapa tindak lanjut (follow-up) yang segera perlu dilakukan. Dengan demikian dari Laporan Budget sekaligus dapat diadakan penilaian (evaluasi) tentang sukses atau tidaknya kerja perusahaan selama jangka waktu (periode) yang bersangkutan.


OPERATING BUDGET
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa salah satu isi Budget adalah Forecasting Budget, yang diartikan sebagai Budget yang berisi tafsira-tafsiran (forecast) tentang kegiatan-kegiatan perusahan dalam jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang, serta berisi tafsira-tafsiran (forecast) tentang keadaan atau kondisi finansial perusahaan pada suatu saat yang akan datang.

Dari pengertian terebut nampaknya bahwa Forecasting Budget terdiri dari dua kelompok Budget, yaitu :
• Operating Budget (Budget Operasional)
• Finansial Budget (Budget Finansial)

Pengertian Operating Budget
Operating Budget adalah Budget yang berisi tafsiran-tafsiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.

Operating Budget merencanakan tentang kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu yang akan datang. Pada dasarnya kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu itu meliputi dua sektor, yaitu :

Sektor Penghasilan ( revenues), ialah pertambahan Aktiva perusahaan yang mengakibatkan bertambahnya Modal Sendiri, tetapi bukan karena penambahan setoran modal baru dari para pemiliknya, dan bukan pula merupakan pertambahan Aktiva perusahaan yang disebabkan karena bertambah Utang. Sering pula dikatakan bahwa Penghasilan adalah suatu kondisi prestasi yang diterima oleh perusahaan atas “sesuatu” yang diberikan kepada pihak lain, atau atas jasa-jasa yang diberikan kepada pihak lain.

Dipandang dari sudut hubungannya dengan usaha utama perusahaan, penghasilan dapat dibedakan menjadi dua sub sektor, yaitu :
• Sub-sektor Penghasilan Utama (Operating Revenues), ialah penghasilan yang diterima perusahaan, yang berasal dan berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan.

• Sub-sektor Penghasilan Bukan Utama (Non-Operating Revenues), ialah penghasilan yang diterima perusahaan, yang tidak berasal dan tidak berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan, melainkan dari usaha sampingan perusahaan.

Sektor Beaya (Expenses), ialah pengurangan Aktiva perusahaan yang mengakibatkan berkurangnya Modal Sendiri, tetapi bukan karena pengurangan (pengambilan) modal oleh para pemiliknya, dan bukan pula merupakan pengurangan Aktiva perusahaan yang disebabkan karena berkurangnya utang. Sering pula dikatakan bahwa Beaya adalah suatu kontra pretasi yang diberikan oleh perusahaan atas “ sesuatu” yang diterima dari pihak lain, atau jasa-jasa yang diterima dari pihak lain.

Dipandang dari sudut hubungannya dengan usaha utama perusahaan, beaya dapat dibedakan menjadi dua sub-sektor, yaitu :

(a) Sub-sektor Beaya Utama (Operating Expenses), ialah beaya yang menjadi beban tanggungan perusahaan, yang berhubungan erat dengan usaha pokok perusahaan.
Dalam perusahaan industri, Beaya Utama dibedakan lagi ke dalam tiga kelompok beaya, yaitu :

Beaya Pabrik (Factory Cost), ialah semua beaya yang terjadi serta terdapat di dalam lingkungan tempat dimana proses produksi berlangsung. Beaya-beaya Pabrik ini dibedakan lagi dalam tiga kelompok, yaitu:
• Beaya Bahan Mentah (Direct Materials), ialah beaya yang terdiri dari semua bahan-bahan yang dikerjakan di dalam proses produksi, untuk diubah menjadi barang lain yang nantinya akan dijual.
• Upah Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour), ialah upah yang dibayarkan perusahaan kepada para tenaga kerja yang secara langsung memproses bahan mentah, untuk diubah menjadi barang lain yang nantinya akan dijual.
• Beaya Pabrik Tidak Langsung (Factory Overhead), ialah semua beaya yang terdapat di dalam lingkungan pabrik, tetapi tidak secara langsung berhubungan dengan kegiatan proses produksi, yaitu proses mengubah bahan mentah menjadi bahan lain yang nantinya akan dijual. Termasuk dalam kelompok Beaya Pabrik Tidak Langsung ini antara lain Beaya Bahan Pembantu (Indirect Materials), Upah Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labour), Beaya Pemeliharaan Pabrik (Factory Maintenance) Beaya Reparasi Pabrik (Factory Repair), Depresiasi Gedung Pabrik (Depreciation of Factory Equipment), Beaya Listrik Pabrik (Factory Heat and Light) dan sebagainya.

Beaya Administrasi (Administration Expenses), ialah semua beaya yang terjadi serta terdapat di dalam lingkungan kantor administrasi perusahaan, serta beaya-beaya lain yang sifatnya untuk keperluan perusahaan secara keseluruhan. Termasuk dalam kelompok Beaya Administrasi ini antara lain :
• Gaji Karyawan Kantor (Office Salaries), ialah gaji yang dibayarkan kepada para karyawandi kantor administrasi.
• Gaji Pemeliharaan Kantor (Office Manintenance), ialah beaya untuk pemeliharaan ruangan dan peralatan kantor administrasi.
• Beaya Perbaikan Kantor (Office Repair), ialah beaya untuk perbaikan ruangan dan peralatan kantor administrasi.
• Depresiasi Peralatan Kantor (Depreciation of Office Furniture), ialah beban depresiasi terhadap peralatan-peralatan di kantor administrasi.
• Depresiasi Gedung Kantor (Depreciation of Office Building), ialah beban depresiasi terhadap bangunan (gedung) kantor administrasi.
• Beaya Listrik Kantor (Office Heat and Light), ialah beaya listrik untuk keperluan kantor administrasi.
• Beaya Telepon Kantor (Office Telephone), ialah beaya telepon untuk keperluan kantor administrasi.
• Beaya Asuransi Kantor (Office Insurance), ialah biaya asuransi terhadap bagunan serta peralatan kantor administrasi.
• Beaya Supplies Kantor (Office Supplies), ialah biaya untuk keperluan-keperluan tulis-menulis serta keperluan-keperluan kecil lainnya di kantor administrasi, seperti kertas, karbon, lem, tinta, matera, perangko, dan sebagainya.

Beaya Penjualan (Selling Expenses), ialah semua biaya yang terjadi serta terdapat di dalam lingkungan Bagian Penjualan, serta beaya-beaya lain yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bagian Penjualan. Termasuk dalam kelompok Beaya Penjualan ini antara lain:
• Gaji Karyawan Penjualan : (Store Salaries), ialah gaji yang dibayarkan kepada para karyawan di Bagian Penjualan.
• Beaya Pemeliharaan Bagian Penjualan (Store Maintanance), ialah beaya untuk pemeliharaan ruangan dan peralatan Bagian Penjualan.
• Beaya Perbaikan Bagian Penjualan (Store Repair), ialah beaya untuk perbaikan ruangan dan peralatan Bagian Penjualan.
• Depresiasi Peralatan Bagian Penjualan (Depreciation of Store Furnitures), ialah beban depresiasi terhadap peralatan-peralatan Bagian Penjualan.
• Depresiasi Gedung Bagian Penjualan (Depreciation of Store Building), ialah beban depresiasi terhadap bangunan (gedung) Bagian Penjualan.
• Beaya Listrik Bagian Penjualan (Store Heat and Light), ialah beaya listrik untuk keperluan Bagian Penjualan.
• Beaya Telpon Bagian Penjualan (Store Telephone), ialah beaya telepon untuk keperluan Bagian Penjualan.
• Beaya Asuransi Bagian Penjualan (Store Insurance), ialah beaya asuransi terhadap bangunan serta peralatan Bagian Penjualan.
• Beaya Supplies Bagian Penjualan (Store Suplieses), ialah beaya untuk keperluan-keperluan kecil lainnya di Bagian Penjualan, seperti kertas, karbon, tinta, tali, dan sebagainya.
• Beaya Advertensi (Advertising), ialah beaya pemasangan iklan diberbagai media massa untuk keperluan meningkatkan penjualan.


(a).Sektor-sektor Beaya Buka Utama (Non-Operating Expenses), ialah beaya yang menjadi beban tanggungan perusahaan, yang tidak berhubungan erat dengan usaha pokok prusahaan.

Dari uraian serta pembahsan di atas telah diketahui bahwa Operating Budget merencanakan tentang kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu yang akan datang, baik kegiatan yang berhubungan dengan sektor penghasilan maupun kegiatan yang berhubungan dengan sektor beaya.
Di dalam akutansi, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan sektor penghasilan berhubungan dengan sektor beaya ini pada akhir periode dituangkan dalam Laporan Rugi-Laba (Income Statement) perusahaan. Bilamana selama bekerja dalam periode yang bersangkutan, penghasilan lebih besar dari beban beayayang harus ditanggung, berarti perusahaan memperoleh keuntungan, sedangkan bilamana selama bekerja dalam periode yang bersangkutan, penghasilan yang diterima lebih kecil daripada beban beaya yang harus ditanggung, berarti perusahaan menderita kerugian. Oleh karena itu Operating Budget sering pula disebut sebagai Income Statement Budget (Budget Rugi-Laba).

Atas dasar kelengkapan isinya, Income Statement Budget dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

(1) . Master Income Statement Budget (Budget Induk Rugi-Laba), ialah Budget tentang penghasilan dan beaya perusahaan, yang berisi tafsiran-tafsiran secara garis besar (global) dan kurang dijabarkan secara lebih terperinci, seperti misalnya tafsiran-tafsiran semesteran, tahunan dan sebagainya.

(2) . Income Statement Supporting Budget (Budget Penunjang Rugi-Laba), ialah Budget tentang penghasilan dan beaya perusahaan, yang berisi tafsiran-tafsiran yang lebih terperinci, seperti misalnya terperinci dari waktu ke waktu (bulanan), terperinci menurut bagian (departemen) yang ada dan sebagainya. Dengan demikian Income Statement Supporting Budget ini merupakan penjabaran serta perincian lebih lanjut dari Master Income Statement Budget yang hanya memuat tafsiran-tafsiran secara garis besar saja, masih belum memungkinkan Budget tersebut menjalankan fungsinya. Agar supaya Budget dapat berfungsi sebagai pedoman kerja, sebagai alat koordinasi kerja dan sebagai alat pengawas kerja, maka Budget harus disusun secara jelas dan terperinci.

Tahap-tahap Penyusunan Operating Budget
Operating Budget secara terperinci disusun dalam Income Statement Supporting Budget, yang pada dasarnya berisi Budget tentang penghasilan, yaitu tentang Budget penjualan, dan Budget-Budget tentang beaya, yaitu Budget Produksi serta Budget Beaya Administrasi dan Budget Beaya Penjualan.
Antara Budget tentang penghasilan dengan Budget-Budget tentang Beaya tersebut mempunyai hubungan timbal balik yang sangat erat. Di satu pihak, besar kecilnya penjualan (penghasilan) mungkin ditentukan (dipengaruhi) oleh besar kecilnya produksi (beaya), tetapi di pihak lain, besarnya produksi (beaya) mungkin justru ditentukan (dipengaruhi) oleh besarnya penjualan. Dengan perkataan lain, ada dua alternatif kemungkinan tentang hubungan timbal balik antara produksi dengan penjualam tersebut, yaitu :


(a) Alternatif Pertama
Besarnya penjualan ditentukan oleh besarnya produksi. Ini berarti bahwa berapa jumlah penjualan perusahaan selama periode yang akan datang ditentukan oleh berapa jumlah barang yang mampu diproduksi perusahaan selama periode tersebut. Dengan demikian jika selama periode yang akan datang, perusahaan mampu memproduksi barang dalam jumlah yang besar, maka sebesar itu pulalah jumlah penjualan yang akan dilakukan perusahaan dalam periode tersebut. Sebaliknya jika selama periode yang akan datang, perusahaan hanya mampu memproduksikan barang dalam jumlah sedikit, maka sejumlah sedikit pulalah penjualan yang akan dilakukan perusahaan selama periode tersebut.

(b). Alternatif kedua
Besarnya produksi justru ditentukan oleh besarnya penjualan. Ini berarti bahwa jumlah barang yang akan diproduksi perusahaan selama periode yang akan datang ditentukan oleh berapa jumlah barang yang mampu dijual (dipasarkan) oleh perusahaan selama periode tersebut. Dengan demikian, jika selama periode yang akan datang, perusahaan mampu menjual (memasarkan) barang dalam jumlah yang besar, maka sebesar itu pulalah produksi yang yang akan dilakukan perusahaan, dalam periode tersebut. Sebaliknya jika selama periode yang akan datang perusahaan hanya mampu menjual (memasarkan) barang dalam jumlah yang sedikit, maka sejumlah sedikit itu pulalah produksi yang akan dilakukan perusahaan dalam periode yang akan datang.

Sumber: http://rusari.com/askep_budgeting.html

LINGKUNGAN

Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Salah satu fenomena utama yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan adalah perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat dan upaya kesehatan.

A. Pengertian

•  Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita, baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak termasuk manusia lainnya. Serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi diantara elemen-elemen dialam tersebut.

•  Dalam Indonesia sehat 2010: lingkungan yang diharapkan adalah

•  Yang kondusif bagi terwujudnya keadaan lingkungan yang bebas dari polusi

•  Tersedianya air bersih

•  Sanitasi lingkungan yang memadai

•  Pemukiman yang sehat

•  Perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan

•  Terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong.

•  Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2010 adalah yang bersifat proaktif untuk :

•  Memelihara dan meningkatkan kesehatan

•  Mencegah terjadinya penyakit

•  Melindungi diri dari ancaman penyakit

•  berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat

•  kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan

•  Prinsip-prinsip pembangunan kesehatan

•  Dasar perikemanusiaan

•  Dasar adil dan merata

•  Dasar pemberdayaan dan kemandirian

•  dasar pengutamaan dan manfaat

•  Sustainable development atau pembangunan berwawasan lingkungan pada dasarnya adalah pembangunan yang mampu membawa rakyat secara merata memperoleh kebutuhan hidupnya. Dalam arti terpenuhi kebutuhan materiil dan spiritual termasuk kualitas lingkungan yang layak huni tanpa terkena derita penyakit menahun dan makin subur sebagai sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan generasi penerusnya.

•  Hygiene atau sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, social atau ekonomi yaitu mempengaruhi kesehatan manusia dimana lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan.

•  Ditinjau dari luasnya lingkup,maka masalah lingkungan dapat dibagi menjadi 3 kelompok dasar:

•  Lingkungan Rumah Tangga atau mikro (Mikro environtment)

•  Lingkungan Khusus atau lingkungan kerja (Meso environtment)

•  lingkungan luas atau makro (makro environtment)

Dengan membagi semua masalah lingkungan dalam tiga kelompok ini diharapkan upaya penanganan dapat dilakukan dengan lebih terarah.

•  LINGKUNGAN MIKRO

Masalah lingkungan yang tergolong dalam lingkup mikro atau lingkungan rumah tangga adalah :

    1. Kualitas rumah
    2. Penyediaan air minum
    3. sanitasi makanan
    4. pembuangan tinja
    5. pembuangan sampah rumah tangga
    6. pembuangan air kotor

masalah kesehatan mikro:

•  Kualitas rumah

Keadaan perumahan adalah salah satu factor yang menentukan keadaan hygiene dan sanitasi lingkungan.

Seperti yang dikemukakan WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat.

Syarat rumah sehat (Winslow)

•  Memenuhi kebutuhan fisiologis

•  Memenuhi kebutuhan psikologis

•  Harus dapat menghindarkan dari kecelakaan

•  Harus dapat menghindarkan dari terjadinya penyakit

Masalah perumahan : adanya rumah-rumah yang tidak sehat

Upaya penanggulangannya :

•  Pembangunan rumah-rumah sehat dengan harga terjangkau

•  Penyuluhan pentingnya rumah sehat

•  Penyuluhan modifikasi rumah sehat

•  Menurunkan tingkat suku bunga : memudahkan kepemilikan rumah sehat

•  Penyediaan Air Minum

Hidup kita tidak dapat lepas dari air. Air ini diperlukan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, membersihkan dan keperluan lainnya. Untuk itu diperlukan air yang memenuhi syarat kesehatan baik kualitas maupun kuantitasnya.

Masalah penyediaan air minum :

•  Belum tersedianya cukup air bersih (kualitas) bagi keperluan rumah tangga

•  Persediaan air rumah tangga yang masih belum memenuhi syarat – syarat kesehatan secara kualitas

•  Sumber – sumber air yang tercemar.

Upaya penanggulangannya :

•  Penyediaan tambahan air bersih bagi daerah yang kesulitan air

•  Perbaikan mutu dan kinerja pelayanan air oleh pemerintah (PAM)

•  Perbaikan sarana penyediaan air

•  Penyuluhan tentang cara pemanfaatan sumber air dengan benar

•  Penyuluhan tentang pembuatan sumur

•  Penyuluhan tentang desinfeksi air sumur

•  Purifikasi air (pengolahan air permukaan)

•  Sanitasi makanan

Makanan yang sehat dan bergizi merupakan modal utama tubuh dalam metabolisme. Diperlukan sanitasi makanan yang baik agar makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi persyaratan sehat yang dapat menjadikan jasmani kuat.

•  Masalah :

•  Pencemaran bahan – bahan makanan

•  penggunaan bahan-bahan pengawet dan pewarna

•  pengolahan bahan makanan yang kurang benar

•  penanggulangannya

•  Upaya penyuluhan cara pemakaian pupuk dan pembasmi hama yang benar pada tanaman

•  pencegahan penyakit pada ternak

•  penyuluhan tentang bahan pengawet dan pewarna makanan

•  pemeriksaan secara berkala pada jenis-jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat (BPOM)

•  penyuluhan cara pengolahan bahan makanan yang benar

•  Pembuangan tinja

Pembuangan kotoran (Feces dan urine) yang tidak menurut aturan, memudahkan terjadinya “water borne disease”

Syarat pembuangan kotoran yang memenuhi aturan kesehatan Ehlers dan steel) adalah :

•  Tidak mengotori tanah permukaan

•  Tidak mengotori air permukaan

•  Tidak mengotori air dalam tanah

•  Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau perkembangbiakan vektor penyakit lainnya

•  Kakus harus terlindung dari penglihatan orang lain

•  Pembuatannya mudah dan murah

Masalah :

•  Tidak tersedianya jamban (kakus) keluarga

•  Adanya jamban yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan

Penanggulangan:

•  Penyediaan jamban sehat

•  Penyuluhan tentang perlunya jamban sehat

•  Pembuangan sampah rumah tangga

Sampah adalah semua zat / benda yang sudah tidak terpakai lagi.

Garbage : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang mudah membusuk

Rubbish : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang tidak mudah membusuk

•  Dari sampah harus diperhatikan:

•  Penyimpanan (Storage)

•  pengumpulan (Collection)

•  pembuangan (disposal)

•  masalah :

•  Pembuangan sampah yang tidak tertib (kurang kesadaran)

•  tempat sampah yang tidak dikelola dengan baik

•  Penanggulangan :

•  Peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengan benar

•  pembuatan tempat sampah sementara pada tingkat keluarga

•  pengelolaan tempat pembuangan akhir dengan baik

•  pengolahan sampah daur ulang

•  Pembuangan air limbah (sewage disposal)

Air limbah : excreto manusia, air kotor dari dapur , kamar mandi, WC, air kotor permukaan tanah dan air hujan

Masalah :

pembuangan limbah rumah tangga yang tidak memenuhi sarat

Penanggulangnnya:

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengolahan limbah yang benar

•  LINGKUNGAN MESO

Masalah yang masuk lingkungan meso (lingkungan kerja) adalah :

•  Keselamatan kerja

•  pencemaran di lingkungan kerja

•  sanitasi di tempat kerja

•  penyakit akibat kerja

•  faal kerja/ ergonomi

Permasalahan lingkup meso ini relatif lebih mudah diatasi karena menyangkut kondisi pekerjaan disuatu perusahaan yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja yang merupakan perhatian utama pemilik usaha.

Tingkat – tingkat pencegahan gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat kerja

•  Peningkatan kesehatan (Health Promotion)

•  Pendidikan kesehatan kepada pekerja

•  Peningkatan dan perbaikan gizi pekerja

•  Perkembangan kejiwaan pekerja yang sehat

•  Penyediaan perumbahan pekerja yang sehat

•  Rekreasi bagi pekerja

•  Penyediaan tempat dan lingkungan kerja yang sehat

•  Pemeriksaan sebelum bekerja

•  Perhatian terhadap faktor – faktor keturunan

•  Perlindungan khusus (Specific protection)

•  Pemberian imunisasi

•  Hygiene kerja yang baik

•  Sanitasi lingkungan kerja yang sehat

•  Perlindungan diri terhadap bahaya – bahaya pekerjaan

•  Pengendalian bahaya akibat kerja agar dalam keadaan aman

•  Perlindungan terhadap faktor karsinogen

•  Menghindari sebab-sebab alergi

•  Perserasian manusia (pekerja) dengan mesin

•  Diagnosa dini dan pengobatan yang tetap

(Early Diagnosis & Prompt Treatment)

•  Mencari tenaga kerja baik perorangan atau kelompok terhadap gangguan – gangguan penyakit tertentu

•  General check up secar teratur dengan tujuan :

•  Mengobati dan mencegah proses penyakit

•  Mencegah penularan penyakit

•  Mencegah komplikasi

•  Penyaringan

•  Pencegahan kecacatan (Disabillity Limitation)

•  Proses yang adekuat untuk mencegah dan menghentikan proses penyakit

•  Perawatan yang baik

•  Penyediaan fasilitas untuk membatasi kecacatan dan mencegah kematian

•  Pemulihan (Rehabilitation)

•  Latihan dan pendidikan untuk melatih kemampuan yang ada

•  Pendidikan masyarakat untuk menggunakan tenaga cacat

•  Penempatan tenaga cacat secara selektif

•  Terapi kerja di rumah sakit

•  Penyediaan tempat kerja yang dilindungi

Upaya – upaya pencegahan penyakit akibat kerja

•  Substitusi

Yaitu mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali

•  Ventilasi umum

Yaitu mengalirkan sebanyak-banyaknya menurut perhitungan kedalam ruang kerja, agar bahan-bahan yang berbahaya ini lebih rendah dari kadar yang membahayakan yaitu kadar pada nilai ambang batas.

•  Ventilasi keluar setempat (local exhausters)

Alat yang dapat menghisap udara dari suatu tempat kerja tertentu agar bahan-bahan yang berbahaya dari tempat tersebut dapat dialirkan keluar

•  isolasi

adalah cara mengisolasi proses perusahaan yang membahayakan misal isolasi mesin yang hiruk pikuk sehingga kegaduhan yang disebabkannya menurun dan tidak menjadi gangguan pada pekerja

•  Pakaian / alat pelindung

Alat pelindung dalam pekerjaan dapat berupa kacamata, masker, helm, sarung tangan, sepatu atau pakaian khusus yang didesain khusus untuk pekerjaan tertentu

•  pemeriksaan sebelum kerja

yaitu pemeriksaan kesehatan pada calon pekerja untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut sesuai dengan pekerjaan yang akan diberikan baik fisik maupun mentalnya

•  pemeriksaan kesehatan secara berkala

adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala terhadap pekerja apakah ada gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan yang dilakukan. Disesuaikan dengan kebutuhan bisa 6 bulan / tahun sekali

•  penerangan sebelum bekerja

Bertujuan agar pekerja mengetahui dan mematuhi peraturan-peraturan sehingga dalam bekerja lebih hati-hati dan tidak terkena penyakit-penyakit akibat perkerjaan

•  pendidikan kesehatan

sangat penting untuk keselamatan dalam bekerja sehingga pekerja tetap waspada dalam melaksanakan pekerjaannya

Sumber: http://rusari.com/askep_komunitas.html

Asuhan Keperawatan KLIEN dengan ARDS (Adult Respiratory Distress Syndrome) Pre Acut / Post Acut Care

DEFINISI
Gangguan paru yang progresif dan tiba-tiba ditandai dengan sesak napas yang berat, hipoksemia dan infiltrat yang menyebar dikedua belah paru.

ETIOLOGI
ARDS berkembang sebagai akibat kondisi atau kejadian berbahaya berupa trauma jaringan paru baik secara langsung maupun tidak langsung.

FAKTOR RESIKO
1. Trauma langsung pada paru
• Pneumoni virus,bakteri,fungal
• Contusio paru
• Aspirasi cairan lambung
• Inhalasi asap berlebih
• Inhalasi toksin
• Menghisap O2 konsentrasi tinggi dalam waktu lama
2. Trauma tidak langsung
• Sepsis
• Shock
• DIC (Dissemineted Intravaskuler Coagulation)
• Pankreatitis
• Uremia
• Overdosis Obat
• Idiophatic (tidak diketahui)
• Bedah Cardiobaypass yang lama
• Transfusi darah yang banyak
• PIH (Pregnand Induced Hipertension)
• Peningkatan TIK
• Terapi radiasi


MANIFESTASI KLINIK
1. Peningkatan jumlah pernapasan
2. Klien mengeluh sulit bernapas, retraksi dan sianosis
3. Pada Auskultasi mungkin terdapat suara napas tambahan

PATOFISIOLOGI…..

Read More……..

%d blogger menyukai ini: